..... GALERY PHOTO KELURAHAN MUKTISARI .....

Selasa, 14 Oktober 2014

Kelurahan Muktisari mengadakan Penyuluhan Kadarkum Sekaligus Pengenalan Perolehan Penghargaan sebagai Kelurahan Sadar Hukum oleh Menteri Hukum dan HAM Indonesia.

Dalam Upaya meningkatkan tingkat kesadaran hukum wilayah Kelurahan Muktisari, pada hari rabu 15 oktober 2014 mengadakan penyuluhan keluarga sadar hukum. Kegiatan tersebut juga sekaligus  memberikan informasi pada masyarakat bahwa Kelurahan Muktisari menerima penghargaan sebagai Kelurahan Sadar Hukum dari Menteri Hukum dan HAM Indonesia. Nara Sumber dalam kegiatan tersebut diantarannya Danramil Langensari, Kanit Reskrim Polsek Langensari, dan Camat Langensari.

Keluarga Sadar Hukum adalah yang selanjutnya disingkat Kadarkum adalah wadah yang berfungsi menghimpun warga masyarakat yang dengan kemauannya sendiri berusaha untuk meningkatkan kesadaran hukum bagi dirinya. Sedangkan Kesadaran Hukum Masyarakat adalah nilai yang hidup dalam masyarakat dalam bentuk pemahaman dan ketaatan atau kepatuhan masyarakat terhadap norma hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.



Salah satu kegiatan penyebarluasan informasi dan pemahaman terhadap norma hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku guna mewujudkan dan mengembangkan kesadaran hukum masyarakat sehingga tercipta budaya hukum dalam bentuk tertib dan taat atau patuh terhadap norma hukum dan peraturan perundang undangan yang berlaku demi tegaknya supremasi hukum merupakan salah satu tugas pokok yang harus dilaksanakan semua elemen masyarakat.

Penyuluhan Hukum diselenggarakan dengan tujuan mewujudkan kesadaran hukum masyarakat yang lebih baik sehingga setiap anggota masyarakat menyadari dan menghayati hak dan kewajibannya sebagai warga negara dan mewujudkan budaya hukum dalam sikap dan perilaku yang sadar, patuh, dan taat terhadap hukum serta menghormati hak asasi manusia. adapun materi hukum yang disuluhkan meliputi peraturan perundang-undangan tingkat Pusat dan Daerah, khususnya tentang PDKRT, HAM, KHA, TPPO (trafficking), Narkoba, dan lain-lain.



Kapten Suwanto Danramil Langensari salah satu pembicara menyatakan sebagai warga yang baik harus meningkatkan tingkat kesadaran, terutama kesadaran hukum tentang kewargaa negaraan. Misalnya bidang ketahanan Nasional, ini berawal dari ketahanan keluarga dan senantiasa mawas diri, misalnya  terhadap tamu yang berkunjung ke rumah kita. Sebagai warga yang sadar hukum tanyakan identitas yang sah, dan jika dirasa aman dan berniat menginap harus melapor kepada RT selama 1 X 24 jam. Pertahan Nasional akan kuat jika ketahanan wilayahnya kuat. (yana/ekbang).

Minggu, 12 Oktober 2014

Sosialisasi Pendataan Tingkat Kependidikan Masyarakat Kelurahan Muktisari


Dinas Pendidikan Mengadakan Pendataan Tingkat Kependidikan Masyarakat di wilayah Kelurahan Muktisari. Sebelum Pelaksanaan pendataan petugas di beri arahan teknis dan cara mengisi data dalam formulir yang telah disediakan. Kegiatan bertempat di Aula Kelurahan Muktisari. Sebagai Nara Sumber perwakilan Dinas Pendidikan Kota Banjar dan Kasie Pemerintahan Kelurahan Muktisari.


Manfaat Pendataan ini sebagai alat dan instrumen dalam menganalisi kepentingan pendidikan di Kota Banjar, Sehingga dalam penyusunan program dan sistem pendidikan yang akan di gulirkan akan bersandar dari data yang akan di buat tersebut. ***

(yana/ekbang/13/10/2014)

Kamis, 25 September 2014

STAND INOVASI TANAMAN HIDROPONIK KELURAHAN MUKTISARI LEBIH BANYAK DIKUNJUNGI MASYARAKAT

Walikota Banjar Hj. Ade Uu Sukaesih, S.Ip, M.Si mencoba mengkonsumsi langsung tanaman hidroponik
Hari Krida Pertanian pada hakekatnya merupakan hari bersyukur, hari berbangga hati, dan sekaligus hari mawas diri serta hari dharma bakti bagi segenap insan pertanian, serta memperluas informasi sekaligus sebagai kampanye berbagai prestasi dan program-program dibidang pertanian. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal  23 dan 24 September 2014 di Kota Banjar bertempat sekitar komplek Perkantoran Purwaharja. Peserta yang mengikuti kegiatan ini diantaranya Kelompok Tani, utusan Desa dan Kelurahan.

Setiap stand menampilkan produk pertanian yang unggulan serta inovasi. Stand Kelurahan Muktisari termasuk stand yang banyak dikunjungi karena menampilkan produk pertanian dengan menggunakan teknologi yang disebut hidroponik. Bahkan Walikota Banjar menyarankan agar inovasi tersebut dikembangkan dengan area yang lebih luas serta melibatkan kelompok tani yang ada.

Jajat Sudrajat lurah Muktisari dalam suatu wawancara dengan Pejabat Kota Banjar serta menjawab beberapa pertanyaan Wartawan dari berbagai media menjelaskan ke depan sedang dikembangkan pemanfaatan limbah seperti bambu dan paralon bekas untuk dijadikan media tanam hidroponik agar tidak  terkesan inovasi teknologi hidroponik membutuhkan biaya mahal. Dengan memanfaatkan limbah tadi semua masyarakat akan mampu menjalankan inovasi tersebut.

Antusiasme terlihat jelas dengan sangat ramainya masyarakat mengunjungi dan berkonsultasi di stand yang menampilkan inovasi teknologi. Pengunjung banyak tertarik untuk berkonsultasi dan tanya jawab tentang usaha dibidang pertanian maupun perikanan, dan ini menunjukan masyarakat membutuhkan informasi yang banyak untuk mendukung usahanya.

 
 
 
Dengan momentum Hari Krida Pertanian tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahan pangan Indonesia salah satu diantaranya meningkatkan kualitas serta mengembangkan inovasi pertanian yang dapat meningkatkan hasil untuk kesejahteraan masyarakat.(yana/ekbang).

Minggu, 21 September 2014

Kunjungan Walikota Banjar Ke TPS Langensari

Walikota Banjar pada Hari Senin tanggal 22 September 2014, mengadakan Sidak ke TPS Langensari serta berdialog dengan Pengurus serta melihat secara langsung pelaksanaaan dan pengelolaan Sampah.

Kamis, 18 September 2014

Kunjungan Kerja Walikota Banjar ke Kelurahan Muktisari


Pada Hari Jum'at 19 September 2014 Walikota Banjar Hj. Ade Uu Sukaesih, S.Ip, M.Si melakukan kegiatan kunjungan kerja ke Kelurahan Muktisari bertempat di Aula BPP Kelurahan Muktisari. Hadir pada kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Banjar, Para Kepala OPD, Camat Kecamatan Langensari, Lurah Muktisari, Tokoh Masyarakat, RW dan RT.

Kunjungan Kerja Walikota Banjar merupakan program kerja Walikota dalam upaya menjaring aspirasi masyarakat langsung serta meninjau perkembangan dan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan program berkesinambungan dari Walikota periode sebelumnya. Pada kesempatan yang sama juga Walikota memberikan bantuan sosial langsung pada panti jompo berupa beras dan berupa uang.

Jajat Sudrajat Lurah Muktisari dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan merasa bahagia karena Walikota Banjar untuk pertama kalinya hadir di tengah masyarakat khususnya wilayah Muktisari. Lurah Muktisari  Lebih lanjut menjelaskan tentang perkembangan pembangunan di kelurahan Muktisari termasuk salah satu hasil karya warga Muktisari dalam bidang pertanian yaitu tanaman hidroponik yang produksinya telah dipasarkan ke beberapa Rumah makan ternama di Kota Banjar.

Walikota Banjar menerangkan bahwa Peran dan Pungsi RT dan RW sangat penting dalam upaya menyukseskan program pemerintah, oleh karena itu RT dan RW harus memahami TUPOKSI sehingga mempermudah penyampaian dan pelaksanaan program pemerintah. Lebih lanjut mengatakan merasa bangga dan hormat pada para Ketua RT dan RW yang telah mengabdikan tugasnya dengan ikhlas dan bersemangat.

Suasana semakin hangat ketika memasuki sesi tanya jawab, pada prinsipnya tanya jawab ini untuk memberikan arahan serta masukan bagi para pemangku kepentingan agar pembangunan semakin lebih baik lagi.

Selasa, 16 September 2014

Tanaman Hidroponik Muktisari Menjadi Langganan Beberapa Rumah Makan Ternama di Kota Banjar


Hydroponics  (English:  hydroponic ) is derived from the Greek words  hydro  meaning  water  and  ponos  , which means power. Hydroponics is also known as  soilless culture  or cultivation of  plants  without  soil . So it means the cultivation of hydroponic  plants  which utilize water  and without the use of  soil  as a  growing medium  or  soilless . Hydroponic techniques mostly done on a small scale as a hobby among the people of Indonesia. The selection of  plants  that will be cultivated  for commercial-scale enterprises must be considered, because not all crops of economic value. Types of plants that have high economic value to be cultivated in hydroponics are:
Plants selada

In the study of language, the word hydroponics comes from hydro meaning water and ponos meaning labor. So, has the sense of freely hydroponic farming techniques with emphasis on meeting the nutritional requirements of the plant, or in the sense of day-to-day farming without soil. From this definition it appears that the emergence of hydroponic farming techniques initiated by the increasing importance of human attention needs fertilizer for plants. \

Wherever the growth of a plant will continue to grow well when  nutrient  (nutrients) needed is always fulfilled. In this context the function of a  land  is to buffer  the plants  and  the water  there is the solvent  of nutrients , to then be absorbed by  plants . Mindset that eventually gave birth to the hydroponic farming techniques, where the emphasis was on meeting the needs of  nutrition . (Http://id.wikipedia.org/wiki/Hidroponik).

Iran one of the residents Rt. 02 Rw. 04 Village Muktisari developing hydroponic crops that have successfully marketed their products to some famous Eating. Even in the future will continue to develop it to be centra hydroponic plants Banjar. Development and Enhancement products are not separated from the guidance and direction of the Department of Agriculture Headman Muktisari Banjar.

Senin, 15 September 2014

RAPAT MENYAMBUT HARI PANGAN SEDUNIA TAHUN 2014 DI KELURAHAN MUKTISARI

Hari Pangan Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 16 Oktober, ketika Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa, didirikan pada tahun 1945.
Hari Pangan Sedunia didirikan oleh negara-negara anggota FAO pada konferensi umum ke-20 bulan November 1979. Delegasi Hongaria Menteri Pertanian dan Pangan, Dr. Pal Romany berperan penting pada konferensi tersebut dan mengusulkan ide perayaan Hari Pangan Sedunia. Hal ini telah diperhatikan setiap tahun di lebih dari 150 negara, meningkatkan kepedulian terhadap masalah kemiskinan dan kelaparan.
Sejak tahun 1981, Hari Pangan Sedunia mengadopsi berbagai tema untuk perayaan tiap tahunnya dengan tujuan menekankan pada bagian penting dari dunia pangan yang memerlukan perhatian khusus.
Kelurahan Muktisari menyambut dengan antusias sehingga rapat dan musyawarah diadakan di aula Kelurahan Muktisari untuk menentukan produk pertanian yang akan ditampilkan pada saatnya nanti. Semua produk merupakan hasil dari perkembangan Pertanian di tiap daerah se Kota Banjar.